Kamis, 01 Mei 2014

L'ALPHABET ET LES VOYELLES (Huruf" dalam Perancis)

L'ALPHABET ET LES VOYELLES

Huruf
Cara melafalkan
Huruf
Cara melafalkan
A
A
N
EN
B
Be
O
O
C
Se
P
PE
D
De
Q
KI
E
e
R
EKH
F
Ef
S
ES
G
Je
T
TE
H
Ash
U
Mulut U, suara I
I
I
V
Ve
J
Ze
W
Duble V
K
KA
X
IKS
L
EL
Y
I grek
M
EM
Z
Zet

Kamis, 25 April 2013

Inilah karyaku, mana karyamu?


Batik merupakan salah satu pembuatan bahan pakaian.. Pada mulanya batik merupakan khas jawa (Indonesia) namun pada saat ini batik sudah mendunia.. hampir semua negara berlomba menggunakan batik..
Hari ini aku melangkahkan kaki ke rumah batik jawa timur (sebenernya uda pengen dari dulu tapi baru kesampean sekarang).. Rumah Batik Jawa Timur didirikan pada tahun 2004 di jl. tambak dukuh gg 1 no 4.. tempat ini merupakan pusat batik di surabaya.. berbagai macam batik jawa timur khususnya ada disini.. Pemilik rumah batik ini seorang berkebangsaan arab-madura.. beliau bernama Syarif Usman (Usman). di rumah bati ini kita dapat apapun mulai dari memesan, membeli kain, membeli baju sampai belajar membuat kain motif bati..
aku tadi mencoba buat belajar membatik.. terdapat 3 paket untuk belajar batik disini :
1. paket 50rb : praktik sehari dan membati slayer
2. paket 200rb : praktik 3x pertemuan dan membatik kain 1m
3. paket 500rb : praktik 6x pertemuan dan batik kain 2m
karena gak bawa duit alias gak punya duit (maklum sudah tanggal tua) akhirnya aku cuma ambil paket A.. paket A sebenernya uda cukup sih kalo cuma buat tau dasarnya aja.. selanjutnya kn bisa praktik di rumah.. :D
begitu aku bilang mau mbatik, pak usman langsung kasih kain seukuran slayer.. ada beberapa langkah dalam proses membatik
1. desain, kita harus punya ide motif apa yang akan kita tuang dalam kain kosong.
2. penebalan (pelilinan), setelah desain kita jadi tahap selanjutnya yaitu menebali desain yg kita buat agar timbulah motif pada saat pewarnaan.
penebalan desain

3. Pencucian
pencucian
4. pewarnaan, teknik mewarnai agar kain yg putih tadi berubah menjadi berwarna. dalam rumah batik ini ada 2 cara teknik tradisional (pencelupan) dan modern (penyemprotan). bahan yg dibuat pewarnaan sol+nitrit atau napton+garamnya
pewarna sol warna coklat
5. karena tadi menggunakan sol, maka dilakukan pemekatan warna mengunakan HCl ekat yg biasa di pake buat baju.. jangan lupa setelah direndam dalam HCl dicuci dulu..
HCl yang digunakan

6. pelunturan lilin, dilakukan dengan pelarutan soda abu dengan air mendidih kemudian kain yg telah dicuci direndam dalam larutan ini.
pelunturan lilin yang dilakukan oleh mbak ana
7. pencucian dan pengeringan

di rumah batik jawa timur ini juga tersedia peralatan membatik.. harganya relatif terjangkau..
kain 2m 35rb
canting 10rb
lilin 9rb per 1/4 kg
sekian laporan untuk perjalanan hari ini.. silahkan berkunjung ke rumah batik dan silahkan mencoba..!!  Tunjukkan batik karyamu.. :)

koleksi kain batik yang ada di rumah batik
aku dan slayer batik hasil olahan tanganku

inilah karyaku

Senin, 14 Januari 2013

Pasir besi


Pasir Besi
            Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah pasir besi. Pasir besi biasanya ditambang di pesisir pantai dan juga di sungai-sungai di bawah gunung berapi. Melimpahnya kandungan pasir besi di Indonesia membuat bahan pasir sangat murah, bahkan Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor pasir (Tabel 2.1).
Tabel 2.1. Sumber Daya Pasir Besi di Indonesia
No
LOKASI
Volume Endapan Pasir (m3)
Sumber Daya Pasir Besi (ton)
1.
Aceh
-
479.000
2.
Sumatera Barat
60.000
-
3.
Bengkulu
2.042.842
12.922.066
4.
Jawa Barat
-
59.900.000
5.
Jawa Tengah
-
16.591.519
6.
Jawa Timur
-
135.261.904
7.
Sulawesi Selatan
-
6.952.500
8.
Maluku
-
10.000.000
    Sumber : Badan Koordinasi Penanaman Modal (2009)

Pasir besi merupakan jenis pasir dengan konsentrat berat dari logam besi, berwarna abu-abu gelap atau kehitaman. Secara umum pasir besi terdiri dari mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non logam (gangue) seperti kuarsa, biotit, kalsit. Pada umumnya mengandung komponen dasar SiO2, FeTiO3, Fe3O4, Fe2O3 serta bahan – bahan pengotor lainnya dalam bentuk senyawa – senyawa P, S, Zn, Cr, dan V.  Eksplorasi lebih lanjut tentang kandungan pasir besi, yaitu Fe-total 55%, TiO2 9%, Al2O3 6%, SiO2 7%, V2O5 0,44% .
Pasir besi dijual sekitar dua puluh lima ribu rupiah tiap truk. Nilai jual pasir dapat ditingkatkan, salah satunya dengan cara pengolahan lebih lanjut untuk diekstraksi titanium dioksidanya menjadi bahan baku industri logam. Pasir besi dapat digunakan langsung untuk bahan baku pembuatan besi, pasir besi tersebut biasanya diolah terlebih dahulu untuk memperbaiki karakteristik kimia dan fisiknya. Semua cara digunakan untuk mengolah dan memperbaiki karakteristik kimia dan fisika yang disebut proses benefisiasi pasir besi. Mineral yang mengandung besi dapat dikelompokkan menurut komposisi kimianya sebagai oksida, karbonat, sulfida, dan silikat. 

Rabu, 26 Desember 2012

Hidrometalurgi


Hidrometalurgi merupakan salah satu cabang tersendiri dari metalurgi. Secara harfiah hidrometalurgi dapat diartikan sebagai cara pengolahan logam dari batuan atau bijihnya dengan menggunakan pelarut berair (aqueous solution) atau secara detailnya proses hidrometalurgi adalah suatu proses yang menggunakan pemakaian suatu zat kimia yang cair untuk dapat melarutkan suatu partikel tertentu. Reaksi kimia yang dipilih biasanya yang sangat selektif. Artinya hanya metal yang diinginkan saja yang akan bereaksi (larut) dan kemudian dipisahkan dari material yang tidak diinginkan. Pelarut yang digunakan dalam pengolahan hidrometalurgi dapat berupa asam atau senyawa pengompleks. Metode hidrometalurgi memiliki beberapa keuntungan, yaitu biaya pengolahan yang rendah, rekoveri yang tinggi, proses pengolahan relatif mudah, investasi alat yang rendah sehingga memungkinkan percepatan proses produksi, dan proses pengolahan yang relatif lebih singkat. Penggunaan metode hidrometalurgi juga memiliki kelemahan, yaitu dibutuhkan reagen pereaksi yang cukup banyak dan kapasitas produksinya kecil.Sehingga diperlukan optimalisasi agar diperoleh hasil yang maksimal.Beberapa faktor yang mempengaruhi metode hidrometalurgi antara lain suhu selama proses roasting, konsetrasi reaktan, ukuran partikel sampel dan pH. Apabila kombinasi dari faktor-faktor tersebut tepat, maka proses hidrometalurgi akan optimal (pehlke, 1973).
            Secara garis besar, proses hidrometalurgi terdiri dari tiga tahapan yaitu leaching atau pengikisan logam dari batuan dengan bantuan reagen, pemekatan larutan hasil leaching dan pemurniannya, recovery yaitu pengambilan logam dari larutan hasil leaching. Leaching adalah proses pelarutan selektif yang hanya logam-logam tertentu yang dapat larut. Pelarut akan melarutkan sebagian bahan padatan sehingga bahan terlarut yang diinginkan dapat diperoleh. Pemilihan metode pencucian tergantung pada kandungan logam berharga dalam bijih dan karakteristik bijih khususnya mudah tidaknya bijih dicuci oleh reagen kimia tertentu.
Secara umum dua proses utama untuk ekstraksi dan meningkatkan kadar TiO2 dalam pasir besi dengan metode hidrometalurgi, yaitu leaching dengan asam sulfat maupun asam klorida. Proses sulfat tergolong panjang, mahal, dan limbah besi sulfat kurang bernilai ekonomis. Proses leaching bertujuan untuk memecahkan bijih atau konsentrat dari bahan yang akan diekstraksi untuk memisahkan atau menghasilkan mineral berharga. Selain itu proses ini juga mudah melarutkan zat dalam bijih atau konsentrat sehingga akan didapatkan bentuk konsentrat yang kaya logam berharga.
Proses yang umumnya dipakai untuk mendapatkan TiO2 dalam pasir besi atau mineral ilmenit adalah proses hidrometalurgi yang terdiri atas proses klorinasi dan sulfat. Pada proses ini, digunakan reagen asam kuat dalam jumlah besar sehingga tidak ekonomis. Metode lain yang baru dikembangkan untuk ekstraksi TiO2 dari pasir besi adalah kombinasi proses pirometalurgi dan hidrometalurgi. Proses pirometalurgi pada prinsipnya adalah proses kaustik. Proses ini menggantikan proses dekomposisi dengan proses sulfat atau klorinasi. Proses kaustik ini adalah proses dekomposisi dengan menggunakan soda ditambah dengan perlakuan roasting. Roasting merupakan proses yang bertujuan untuk mereduksi pengotor atau bahan yang tidak diinginkan.
Sebelum dicuci ukuran sampel diperhalus dengan crushing atau grinding. Proses grinding ialah mereduksi ukuran dari bijih yang berukuran halus menjadi ukuran sangat halus (biasa disebut dengan mill). Didalam beberapa  pemurnian, perlakuan kimia terkadang dibutuhkan untuk menghasilkan keadaan optimum recovery. 

Proses Ekstraksi


Ekstraksi adalah suatu metode operasi yang digunakan dalam pemisahan satu atau beberapa bahan dari campurannya dengan menggunakan solven sebagai tenaga pemisah. Apabila komponen yang dipisahkan (solute) berada dalam fase padat, maka proses tersebut dinamakan pencucian (leaching). Proses ekstraksi biasanya dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu :
  • ·         Pencampuran bahan ekstraksi dengan pelarut.
  • ·         Memisahkan larutan ekstrak dari residu, biasanya dengan proses pengendapan maupun penyaringan.
  • ·         Memisahkan ekstrak dari larutan ekstrak.

Proses ekstraksi logam dari bijihnya dapat dilakukan dengan tiga teknik pemisahan, yaitu pirometalurgi, elektrometalurgi dan hidrometalurgi. Proses pemisahan dengan pirometalurgi membutuhkan waktu yang relatif singkat, namun harus dilakukan pada suhu tinggi yang biasa mencapai 2000 oC. Teknik pirometalurgi untuk memisahkan logam harus dilakukan dengan kadar yang tinggi. Jika dilakukan pada bijih dengan kadar rendah maka penggunaan teknik ini tidak efektif dan efisien. Elektrometalurgi merupakan teknik yang memanfaatkan teknik elektrokimia (elektrolisis) untuk memperoleh logamnya. Dalam skala besar teknik ini tidak efisien karena membutuhkan energi listrik yang sangat besar. Hidrometalurgi merupakan teknik pemisahan menggunakan larutan untuk melarutkan logamnya. Teknik ini dapat diterapkan untuk memisahkan logam yang berkadar rendah.